Perancangan Sistem Bag. II

      Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, Tahap Desain adalah tahap yang dilakukan setelah kita melakukan tahap analisis pada perancangan sistem.


Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada link dibawah ini 👇 :

Perancangan Sistem Bag. I


Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai berikut :

  • Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
  • Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.

      Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan progam komputernya.


Dalam Pencapaian Tujuan, Sasaran yang harus dicapai pada Perancangan Sistem

      Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap, metode-metode harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta mudah dipahami dan digunakan.

      Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem.


Dalam Pencapaian Tujuan, Sasaran yang harus dicapai pada Perancangan Sistem

      Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer.

      Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data dan informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian internal.


Output Perancangan Sistem

Solusi berbasis komputer dapat berupa

  • turn-key system: beli sistem jadi dan tinggal pakai
  • customized system: beli sistem jadi dengan penyesuaian di sana sini
  • in-house development: membuat sistem sendiri

Output desain sistem hasil in-house development

  • Desain Input
  • Desain Output
  • Desain Proses
  • Desain Basis data
  • Desain Antarmuka dengan Pemakai
  • Desain Kontrol
  • Desain Jaringan Komputer

-Desain Input

      Alat input dapat dibagi jadi 2 yaitu alat input langsung dan tidak langsung. langsung yang dimaksud adalah langsung dihubungkan dengan CPU atau tidak. Input ada dibagi jadi 2 tipe, yaitu : 
  • Input intern berasal dari dalam organisasi(Cth. Faktur dan Order Penjualan). 
  • Input ekstern berasal dari luar organisasi(Cth. Faktur Pembelian dan Kwitansi-kwitansi)

Syarat Desain Input

  • Yang diinputkan hanya data variabel(bukan konstanta)
  • Tidak perlu input data yang dapat dihitung/disimpan program
  • gunakan kode untuk atribut yang sesuai
  • jika suatu dokumen dirancang untuk mengumoulkan data, gunakan hal-hal berikut :
    • cantumkan intruksi pengisian form(dokumen)
    • minimalkan jumlah tulisan tangan
    • urutkan data yang harus diisi seperti urutan membaca buku(kiri,kanan,atas,bawah)
  • Kontrol internal dalam desain input :
    • Jumlah input harus dimonitor, jangan sampai terlewat
    • Pastikan bahwa data yang diinput, valid :
      • Eksistensi(Ada/Tidak)
      • Tipe Data
      • Domain
      • Nilai Kombinasi
      • Self-Checking Digits
      • Format

Langkah-langkah Desain Input

  • Identifikasi input sistem dan review kebutuhan pemakai, pilih kontrol GUI yang sesuai :
    • Textbox
    • RadioButton
    • Check-Box
    • Ist Box
    • Drop-Down List
  • Desain, Validasi dan tes input menggunakan beberapa kombinasi alat bantu layout dan prototyping
  • Jika perlu, buat desain dokumen sumber(Formulir yang dipakai untuk menyimpan data transaksi)

-Desain Output

      Output adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat dan dapat berupa hasil di media keras atau hasil di media lunak. Output ada dibagi jadi 2 tipe, yaitu :
  • Output Intern (internal output)
      Untuk mendukung kegiatan manajemen. Output ini akan tetap tinggal di dalam perusahaan dan akan disimpan sebagai arsip atau dimusnahkan bila sudah tidak digunakan lagi. Cth : laporan-laporan terinci, laporan-laporan ringkasan dan laporan-laporan lainnya.
  • Output Ekstern (external output) 
      Untuk didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya. Contoh : faktur, check, tanda terima pembayaran dan lain sebagainya.

Langkah-Langkah Desain Output

      Menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Output yang akan didesain dapat ditentukan dari diagram arus data sistem baru yang akan dibuat. Output pada diagram arus data ditunjukkan oleh arus data dari suatu proses ke kesatuan luar atau dari suatu proses ke proses lainnya.

      Menentukan parameter dari output. Parameter ini meliputi : tipe dari output, formatnya, media yang digunakan, alat output yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusinya dan periode output.


-Desain Proses 

  • Tujuan : Untuk menjaga dan mengawasi proses data agar dapat berjalan lancar dan teratur sehingga menghasilkan informasi yang tepat
  • Desain Proses dapat digambarkan dengan : Flowchart, DFD, dll.

  • Tipe Proses :
    • Batch Processing : Data tidak diproses langsung ketika datang, tetapi dikumpulkan dulu dalam satu kumpulan, baru diproses
    • Online Processing : Data diinput dan langsung diproses
    • Remote Batch : Kombinasi batch dan online, data dimasukkan secara online/offline yang kemudian dikumpulkan dalam satu kumpulan sebelum akhirnya diproses
    • Real Time : Mekanisme pemrosesan yang sangat cepat sehingga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang sama.
    • Contoh Gambaran Flowchart, DFD
1 = Flowchart, 2 = DFD


-Desain Basis Data

      Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk dapat memanipulasinya. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan Database System/Sistem Basis Data.

      Perancangan Database adalah Proses untuk menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem.

Perancangan sistem terjadi pada 2 tingkat, yaitu : 

  • Tingkat pertama, perencanaan sistem, analisis dan rancangan umum dilaksanakan untukk menetapkan kebutuhan pemakai. Tingkat perancangan database ini melibatkan tahap front-end, Database Management System (DBMS).
  • Tingkat Kedua, Rancangan Umum, seperti diagram entitas relasi tingkat tinggi, ditransformasikan/didekomposisikan ke dalam perancangan database rinci untuk sebuah DBMS tertentu yang akan digunakan untuk mengimplementasikan sistem total.

Tipe Desain Basis Data ada 2, yaitu :

  • Tipe file lingkungan sistem informasi : File Master, File Kerja, File Transaksi, File Sejarah, File Laporan, dan File Backup.
  • Akses dan organisasi file : 
    • Akses file adalah suatu metode bagaimana program komputer akan membaca record-record dari suatu file. File dapat diakses secara urut(sequential access) atau secara langsung/acak(Direct/Random access).
    • Organisasi File adalah pengaturan dari record secara logika dalam file dihubungkan satu dengan yang lain. File dapat diorganisasikan secara urut (Sequential Organization) atau Secara Acak (Random Organization).

Langkah-Langkah Desain Basis Data

  • Menentukan Kebutuhan file untuk sistem baru. file yang dibutuhkan dapat tentukan dari diagram alir data sistem baru yang telah dibuat.
  • Menentukan parameter dari file database. Parameter output meliputi : tipe file, media file, organisasi file, field kunci dari file.

Model Desain Basis Data

  • Model Data base yang cukup dikenal, yaitu ada : Model Hierarkikal, Jaringan, dan Relasional
  • Relational Database Management Systems (RDBMS). RDBMS dibuat dengan struktur 3 skema, yaitu : Eksternal, Konseptual, dan Internal.


-Desain Kontrol

  • Tujuannya agar sistem dapat mencegah kesalahan, kerusakan, dan kegagalan proses sistem.
  • Ancaman Sistem :
    • Kesalahan Manusia (Lalai, Kurang Pelatihan)
    • Perangkat lunak yang merusak/menipu (Salami Technique, Trojan Horse, Logic Bomb, Worm, Virus)
    • Penyadapan
    • Pengaksesan yang tidak sah
    • Perubahan/kehilangan database
    • kegagalan landasan teknologi
  • Jenis Kontrol : Pencegahan, Pendeteksian, dan Pengoreksian

-Desain Jaringan

Langkah-langkah Desain Jaringan

  • Membuat segmen bidang usaha(berdasarkan geografis, departemen, bangunan, lantai, dsb)
  • Membuat sebuah model LAN
  • Mengevaluasi LAN untuk menentukan apakah mereka cocok untuk tiap segmen diseluruh usaha
  • Interkoneksi segmen-segmen jaringan (Topologi : Bus, Star, Ring)
Biru : Star, Pink : Bus, Hijau : Ring

-Desain Antarmuka dengan Pemakai

  • Tipe Pemakai Komputer : Ahli, dan Pemula
  • Diasumsikan pemakai adalah pemula. Desain antarmuka yang perlu diperhatikan :
    • Faktor pemakai
    • Faktor Human engineering
    • Dialog dan Istilah
  • Beberapa masalah yang sering muncul dalam desain antarmuka :
    • Penggunaan singkatan" komputer yang berlebihan
    • Desain tidak jelas
    • Ketidakmampuan membedakan tindakan" alternatif yang harus dipilih pemakai
    • pendekatan problem solving yang tidak konsisten
    • desain yang tidak konsisten
  • Beberapa hal untuk memecahkan masalah diatas :
    • pahami user dan tugas mereka
    • libatkan user dalam desain antarmuka
    • uji sistem dengan user
    • lakukan proses desain secara iteratif

Syarat Perancangan Antarmuka

  1. Layar harus diformat agar berbagai info, perintah, pesan, muncul diarea layar yang konsisten
  2. Pesan, perintah, informasi jangan terlalu panjang
  3. Jangan terlalu sering memakai atribut display yang mengganggu seperti blinking, highlight, dsb
  4. Nilai default dibuat jelas
  5. Antisipasi error yang mungkin dibuat user
  6. Jika ada error, user mestinya tidak boleh melanjutkan tanpa memeperbaiki error tersebut
  7. Jika user melakukan sesuatu yang membahayakan sistem, keyboard harus terkunci dan pesan untuk meminta bantuan teknisi harus dimunculkan

Syarat Dialog

  1. Gunakan kalimat sederhana dan benar
  2. Jangan mencoba melucu
  3. Jangan menghina

Syarat-syarat istilah

  1. Jangan gunakan jargon komputer
  2. Hindari singkatan jika mungkin
  3. Konsisten dengan pemilihan istilah
  4. Pilihlah istilah yang tepat untuk perintah

Proses Perancang Antarmuka Secara Umum

  1. Buatlah bagan dialog antarmuka(misal memakai state diagram)
  2. Buatlah prototype dialog dan antarmuka
  3. Carilah umpan balik dari user
  4. Jika perlu, kembali ke langkah 1/2

Cara membuat screen output yang baik

  1. Perhatikan usernya. siapa mereka?
  2. Form Layout?. Apakah masuk akal?
  3. Perhitungkan white space
  4. Action Button, biasanya diletakkan dibagian bawah kanan
  5. Get sensible data. Termasuk penggunaan radio button, check box, dll untuk meminimalkan kesalahan data input
  6. Drop down menus (GUI elements)
  7. Good online help/help menu, error feedback/respond for error

Proses Desain Sistem

  • Menetapkan suatu kerangka kerja strategi menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
  • Melibatkan manajer senior, pemakai senior dan profesional sistem
  • Memastikan bahwa proyek yang diusulkan dievaluasi dan diproritaskan
  • Memenuhi alasan untuk melakukan perencanaan sistem :
    1. dihubungkan dengan rencana bisnis
    2. menghindari sejumlah kerugian
  • Membagi tugas dan tanggung jawab pada orang yang merencanakan sistem :
    • Steering Committee(SC), Chief Information Officer(CIO), Chief Executive Officer(CEO), Chief Financial Officer(CFO) dan Eksekutif Senior.
    • Steering Committee(SC), merupakan penghujung antar tujuan bisnis dan sistem informasi yang membantu untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Membuat komponen laporan :
    • Komponen keseluruhan berhubungan dengan sumber daya yang akan diperoleh (3-5 thn), meliputi : personil baru, hardware, software, peralatan telekomunikasi, lokasi komputer dan keamanan.
    • Komponen aplikasi : Suatu portofolio yang disetujui dari proposal proyek sistem, secara luas menyatakan apa saja yang termasuk dalam komponen keseluruhan.
  • Melakukan komunikasi dengan analisis sistem
    • Keduanya berhubungan dengan proses mendefinisikan kebutuhan pemakai
    • perbedaannya pada cakupan dan tahap rinci
  • Memastikan bahwa pada perancangan sistem, suatu sistem yang diusulkan harus layak dan mendukung faktor strategik. Untuk menilai kedua kemungkinan tersebut maka harus diadakan evaluasi terhadap faktor kelayakan dan faktor strategi.

Mengenal Stakeholder

  • Pemangku kepentingan adalah terjemahan dari kata stakeholder dapat diartikan sebagai segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang sedap diangkat. Misalny bilamana isu perikanan, maka stakeholder dalam hal ini adalah pihak-pihak yang terkait dengan isu perikanan, seperti nelayan, masyarakat pesisir, pemilik, pemilik kapal, anak buah kapal, pedagang ikan, pengolah ikan, pembudidaya ikan, pemerintah, pihak swasta dibidang perikanan, dan sebagainya.
  • Personal atau orang yang terlibat dan tertarik dalam pengembangan sistem informasi (yaitu : perubahan kedalam sistem yang baru) baik yang bekerja secara teknis maupun non disebut sebagai stakeholders. 

7 Stakeholder pada pengembangan sistem informasi

  1. System Analyst (Analis Sistem)
  2. System Owners (Pemilik Sistem)
  3. System Users (Pemakai Sistem)
  4. System Designers (Perancang Sistem)
  5. System Builders (Pembangun Sistem)
  6. Information Technology Vendors (Penyedia IT)
  7. Information Technology Consultants (Konsultan IT) 

Information Worker

  • Stakeholder merupakan tim pengembang sistem yang bertugas dalam penyusunan sebuah sistem, tanpa melihat bidang akademik/karier yang dimilikinya(tidak selalu berkaitan dengan IT), setiap individu dapat menentukan peran atau partisipasinya selama proyek pengembangan sistem, sehingga didalam analisis dan perancangan sistem, prosesnya tidak hanya melibatkan para profesional dibidang IT dan komputer melainkan semua stakeholder yang terlibat dalam pengembangan sistem ini dikenal sebagai "Information Workers".
  • Information Worker adalah orang yang menggunakan informasi untuk membantu/mendukung dalam pengambilan keputusan.

Kesimpulan

      Tahap desain dilakukan setelah dilakukannya tahap analisis sistem. Tahap ini dibuat menjawab pertanyaan bagaimana sistem ini dibuat dan untuk memenuhi kebutuhan fase analisis.
Elemen yang dibutuhkan dalam desain sistem yaitu ada, sumber daya,informasi, metode pemrosesan data, kebutuhan sistem, operasi data dan alat bantu dalam perancangan.
Dalam proses, personil yang ikut terlibat yaitu ada sistem analis, end-user, serta personil lain yang bertindak sebagai spesialis sistem informasi.


Sekian dan Terima kasih,







 





Komentar